Visca Barca,
¤*¨¨*¤.¸¸...¸.¤*¨¨*¤. .*¤..
\¸.¤♥♡
VISCA BARÇA♡♥¤'.* .
\¸.¤*¨¨*¤.¸¸.¸.¤*¨¨*¤. .*¤' ..
\ ☺
▌\
/
\ 1000 X
Selamat datang di FC.Barcelona Indonesia bagi
pecinta sepakbola khususnya para penggemar Barcelona. Maksud dan tujuan adalah
untuk mempererat tali persaudaraan sesama pendukung Barcelona dalam
berinteraksi, berbagi info dan berdiskusi mengenai berbagai hal menyangkut klub
kebanggaan kita bersama. Forum yang ada juga kami upayakan agar bisa menjadi
sarana one stop shopping bagi para pendukung untuk mengakses berbagai macam hal
mengenai FC.Barcelona, kami menyadari masih banyak kekurangan dan berbagai
perbaikan yang mungkin masih perlu dilakukan demi penyempurnaan website kita
bersama ini, saran dan kritikan akan kami terima untuk kebaikan website ini.
Semoga website ini bermanfaat bagi
kita sesama para penggemar Barcelona dan kecintaan kita terhadap sepakbola.
Sekian dan terima kasih.
FIDELITAT BLAUGRANA SENSE LIMITS,
SOMOS LOS MEJORES, VISCA BARCA.
Duel lanjutan babak grup liga
champion akan berlanjut di matchday ke-4 saat FC Barcelona akan tandang ke
Celtic Park, markas juara liga Skotlandia, Glasgow Celtic. Skuad Tito VIlanova
saat ini kokoh dengan hasil sempurna di grup G, sedangakan Celtic di peringkat
kedua dengan poin 4. Kemenangan di pertandingan kali ini akan menjamin
Blaugrana aman untuk lolos ke fase knockout,dan bisa memainkan pemain-pemain
muda untuk menjajal pengalaman di eropa di dua pertandingan tersisa. Hasil di
pertemuan pertama saat berlaga di Camp Nou, Barca berhasil menang dengan skor
tipis 2-1, hasil gol Iniesta dan Jordi Alba.
Glasgow Celtic baru saja merayakan
hari jadi klub mereka yang ke-125 pada tanggal 6 november kemarin, dan di bulan
yang sama, FC Barcelona juga akan merayakan hari jadi klub kebanggaan
masyarakat Catalunya ini pada tanggal 29 november, dan saat itu klub akan genap
berusia 112 tahun. Duel kedua tim adalah duel dua klub dengan tradisi dan
kebudayaan yang sama-sama kuat yang mewakili daerah masing-masing. Layaknya dua
anak manusia, duel kali ini seperti merefleksikan duel seorang lelaki dan
seorang bocah.
Tito Vilanova mendapatkan suntikan
moral yang berharga jelang laga, saat Gerard Pique sudah diikutkan bersama
skuad yang terbang ke Glasgow kemarin. Sergio Busquets masih akan absen di
pertandingan kali ini , yang berarti Song kemungkinan akan menjadi salah satu
dari trio gelandang Barca. Dengan cederanya Adriano di pertandingan liga
domestik, Alba dipastikan akan mengisi starting lineup sebagai LB.
Bukan tanpa alasan jika Pique
disegerakan di pertandingan kali ini, atmosfir Celtic Park yang luar biasa,
diyakini akan menjadi tekanan tersendiri bagi pemain muda seperti Marc Bartra,
yang membuat duet Pique-Mascherano di lini pertahanan akan menjadi pilihan
utama Tito. Di sesi latihan hari ini , Pique dan Masche sudah terlihat berlatih
positioning, pergerakan dan komunikasi sebagai duet CB. Jika pun nantinya
Bartra dimainkan, duet Pique-Bartra sepertinya akan menjadi duet CB Barcelona
di masa yang akan datang. Penampilan konstan dan luar biasa yang diperlihatkan
oleh Andres Iniesta, akan sulit menggeser dirinya dari jatah tiga gelandang di
skuad Blaugrana. Iniesta akan membawa ketenangan tersendiri di lini tengah
Blaugrana, dengan atmosfir stadion yang pastinya akan membuat teror selama 90
menit tanpa henti. Cesc yang tidak bermain saat kontra Celtic di Camp Nou,
kemungkinan akan menjadi pelengkap trio gelandang Barca bersama Iniesta dan
Song. Meskipun Xavi juga ada kemungkinan akan diturunkan menjadi starter, maka komposisi
gelandang nantinya akan sama seperti pada matchday ke-3.
Messi yang
sedikit mendapatkan benturan saat di liga, menjadi tanda tanya, akankah
diturunkan menjadi starter atau sebagai pemain pengganti. JIka Tito ingin
mengamankan hasil secepatnya, maka Messi bersama Villa dan Pedro akan menjadi
“diamond” penyerang pada laga dinihari nanti. Mengistirahatkan Messi mungkin
adalah pilihan yang rasional, karena selain alasan baru saja dikaruniai seorang
putra pertamanya, meminimalisir resiko cedera juga bisa menjadi bahan
pertimbangan, karena Leo mempunyai cerita pahit saat terakhir kali bermain di
Celtic park.
Anak asuh Neil Lennon akan melakukan
pendekatan yang sama di pertandingan kali ini, meskipun kabar terakhir tiga
pemain mereka seperti Samaras, Izaguirre dan Rogne kurang fit. Celtic adalah
tim yang bermain sporadis, mengandalkan kekuatan fisik dan kecepatan mereka.
JIka benar Izaguirre akan absen di pertandingan kali ini, maka Tello atau
Alexis bisa turun sebagai pemain pengganti, dan mengeksploitasi sisi kiri
pertahanan Celtic, dimana sisi tersebut adalah sisi terkuat tim asal kota
Glasgow tersebut.
Dengan total 60,000 fans yang akan
memadati Celtic Park, pastinya Celtic tidak ingin kemasukan gol terlebih
dahulu, menit awal mereka akan bermain terbuka dan meninggalkan strategi “bus
Park” dengan mencari gol pembuka terlebih dahulu. TIga poin dan dua gol tanpa
balas prediksi hasil pertandingan kali ini. VIsca Barca!!!
Liga Champion 2012/2013 Grup G,
Matchday 4
Celtic – FC Barcelona
Venue : Celtic Park- Glasgow
Wasit : Bjorn Kuipers
Prakiraan Line Up
Celtic (4-4-1-1) : Forster, Izaguirre-Wilson-Ambrose-Lustig,
Commons-Wanyama-Ledley-Brown, Samaras, Hooper
FC Barcelona (4-3-3) : Valdes, Alba-Mascherano-Pique-ALves, Iniesta-Xavi-Fabregas,
Villa-Messi-Pedro
Kata kunci: FC Barcelona, Glasgow Celtic, Grup G, Liga Champion 2012/2013, Neil Lennon, TITO VILANOVA
Hafis - Minggu, 4 November 2012 -
19:24.
Pemain bertahan Barca asal Brazil,
Adriano, menderita cedera otot paha kaki kanannya. Ia merupakan pembuka gol
kemenangan Barca saat melawan Celta Vigo tadi malam.
Bek yang mempunyai nama lengkap
Adriano Correia Claro ini akan absen selama tiga minggu sesuai pelayanan
kesehatan tim. Ini artinya, Adriano dipastikan absen saat Barcelona bertandang
ke Skotlandia untuk menantang Celtic di lanjutan penyisihan grup Liga
Champions, Kamis (8/11/2012) dinihari WIB.
Adriano hanya mampu tampil 38 menit
pada laga yang digelar di Camp Nou, Minggu (4/11) dinihari WIB dan digantikan
dengan Dani Alves.
Hal ini adalah kali kedua untuk
Adriano tidak mampu menyelesaikan pertandingan musim ini karena cedera. Pertama
kali adalah saat berhadapan dengan Granada dan ia mengalami cedera betis.
Dengan ini, daftar cedera pemain
belakang Barca pun bertambah panjang menyusul belum pulihnya Pique, Puyol, dan
Abidal.
initialsatsat - Minggu, 4 November
2012 - 14:07.
Laju anak anak asuh Eusebio di liga
Segunda kembali tersendat, setelah sempat menang dengan comeback meyakinkan di
laga tunda kontra Huesca. Dengan waktu beristirahat hanya sehari, faktor
kelelahan mampu dimanfaatkan tuan rumah Mirandes dengan menggelontorkan tiga
tol tanpa balas ke gawang Oier.
Turun dengan formasi sedikit berbeda
saat kontra Huesca, Eusebio mengistirahatkan Luis Alberto, dan performa apik
Joan Roman di dua pertandingan terakhir berujung starting line up di
pertandingan kali ini. Trio Joan Roman, Deulofeu dan Sergio Araujo menjadi
starter di laga ini. Bermain agak di bawah form, dan lagi-lagi ditambah
penampilan kurang baik dari para pemain bertahan Barca B. Babak pertama di
tutup dengan keunggulan tuan rumah lewat gol yang dicetak oleh Mikel. Striker
senior Diaz de Cerio mengakhiri perlawanan tim tamu lewat dwi gol nya di menit
ke -56 dan 66.
Laju Barca B di liga segunda musim
ini lagi-lagi selalu tidak konsisten, sempat menang meyakinkan lawan Sporting
Gijon, sepekan berselang kembali menelan kekalahan di kandang kontra Recreativo
Huelva. Pada laga ulangan melawan Huesca, Rafinha dkk kembali menang dengan
permainan yang cantik, dan laga dinihari tadi, untuk kali ke lima, Barca B
kembali menelan kekalahan. Barca B saat ini masih tertahan di peringkat ke-6
klasemen sementara liga Segunda dengan 19poin, hasil enam kali menang, sekali
seri dan lima kali kalah. Pekan depan di jornada ke-13 Barca B akan kedatangan
Numancia di Mini Estadi.
Mirandes 3 – 0 Barcelona B
Gol : Mikel (’29), Diaz de Cerio
(’56 dan ’65)
Venue : Estadio Municipa de Anduva
Line Up :
CD Mirandes : Inaki Goitia, Aitor Blanco,Arroyo(Soria), Coral, Muneta,
Fernandez Caneda,Garmendia,Agustin, Iribas(Alejandro), Martin, de Cerio(Rayco)
FC Barcelona B : Oier, Lomban,Sergio Gomez,Lobato, Ilie,Sergi Roberto
(Espinos Gonzalez), Rafinha,Gabarron, Deulofeu,Joan Roman (Dongou),Sergio
Araujo(Luis Alberto)
initialsatsat - Minggu, 4 November
2012 - 13:03.
LaLiga pekan ke-10 menjadi ajang FC
Barcelona dalam memecahkan rekor (lagi) di musim ini. Menjamu Celta Vigo, Barca
menang tiga gol berbanding satu. Adriano, Villa dan Alba menjadi pencetak gol
dalam pertandingan tersebut. Dengan kemenangan tersebut, Barca melakukan start
di liga tersukses sepanjang sejarah klub (Menang 9kali, seri 1kali dan agregat
selisih gol 20), dan hanya butuh 4 kemenangan lagi untuk menjadi satu-satu nya
tim yang memiliki start tersukses awal musim di LaLiga.
Tito Vilanova meneruskan tradisi
“experiment taktik” sejak era Pep Guardiola, dan untuk pertama kali nya di
musim ini, Tito memulai pertandingan dengan formasi 3-4-3. Mascherano sebagai
CB yang didukung oleh Adriano dan Alba di sisi lapangan. Yang berarti
pertandingan akan terbuka meskipun lawan akan bermain bertahan. Dan masalah
untuk pertahanan tinggal menunggu waktu, terbukti lewat sebiji gol yang mampu
mengakhiri tren clean sheet Barca dalam dua pertandingan beruntun. Adriano dan
Alba sebagai bek sayap, bermain terlalu ke depan saat menyerang, dan ditambah
Masche yang selalu bermain agak ke depan untuk membantu Sergio, terbukti selama
90 menit, Celta Vigo mampu melakukan beberapa serangan balik yang berbahaya,
meskipun kurang dalam penyelesaian akhir.
Gol penyama kedudukan dari Celta
Vigo adalah bukti serangan balik sederhana, dengan memanfaatkan celah di lini
pertahanan antara Masche dan Alba. Tito menginstruksikan Sergio yang akhirnya
menemani Masche di lini pertahanan setelah gol tersebut. Secara keseluruhan,
semua pemain Barca kali ini bermain baik. Messi bermain agak di bawah form kali
ini, meskipun hal tersebut masih bisa diterima, karena sesekali pemain memang
bisa bermain buruk. Keinginannya untuk mencetak gol demi sang buah hati, hampir
saja berbuah cedera bagi Messi di akhir babak kedua. Dan pemeriksaan medis mengatakan
bahwa Messi hanya mengalami memar. Lain lagi hal nya dengan Adriano, yang hanya
bermain selama 40menit, dan harus digantikan oleh Alves, positif bahwa Adriano
mengalami cedera robek otot betis, dan diharuskan absen selama 3pekan.
Kehilangan lagi-lagi di musim ini untuk sektor lini pertahanan Tito Vilanova.
David Villa benar-benar luar biasa
setiap pertandingan, fokus selama pertandingan dan penempatan posisi yang baik
saat bola dimainkan, serta “koneksi” nya di sisi kiri antara dirinya, Iniesta dan
Alba.Villa terlihat sudah mulai kembali ke form terbaik nya di musim ini. Gol
yang dicetak nya terbukti permainan open play yang dibangun secara brilliant.
Andres Iniesta membuat dirinya menjadi “tidak mungkin tidak akan dimainkan” di
setiap pertandingan, karena performanya yang semakin hari semakin luar biasa.
Bek muda Marc Bartra bermain baik selama 45 menit, sangat tenang, positioning
yang baik, dan mampu mengcover bek sayap saat mendapatkan serangan balik.
Seharus nya Tito sudah mengerti bahwa Bartra adalah solusi atas masalah di lini
pertahanannya untuk beberapa pertandingan ke depan. Secara keseluruhan
penampilan yang baik, meskipun tidak terlalu baik, dan akhir untuk meraih 3
poin pun tercapai. Dengan kekalahan Atletico Madrid saat tandang ke Valencia,
Barcelona kini semakin kokoh sebagai pemuncak klasemen Laliga dengan selisih
3poin atas anak asuh Diego Simeone. Dan tetap menjaga jarak 8poin atas rival.
FC Barcelona 3 – 1 Celta de Vigo
Laliga Jornada-10
Gol : Adriano(’21), Villa(’26),
Alba(’61) – Mario Bermejo (’34)
Venue : Camp Nou
Statistik Pertandingan
Shots : 13 (6) – 11(4)
Corners : 4 – 5
Ball Possesion : 70% – 30%
Line Up :
FC Barcelona (3-4-3) : Valdes, Adriano (Alves) -Mascherano-Alba,
Iniesta-Xavi-Sergio-Cesc (Bartra)- Villa (Alexis)-Messi-Pedro
Celta de Vigo (4-4-1-1) : Varas, Mallo-Vila-Tunez-Lago, Fernandez (Toni)-Oubina-Lopez
(Park Chu Young)-Krohn dehli, Bermejo (de Lucas), Aspas
primsa - Kamis, 1 November 2012 -
15:12.
Siapa yang tak kenal Andres Iniesta?
Tak harus sebagai penggemar Barcelona ataupun penyimak La Liga, umumnya
mereka yang hanya sekedarnya mengikuti perkembangan sepakbola dunia pernah
mendengar namanya. Ukurannya bisa dibuat sederhana, dia adalah pencetak gol
kemenangan Spanyol saat melawan Belanda di final Piala Dunia Afrika Selatan
2010. Pada tengah tahun ini dia dipilih UEFA sebagai pemain terbaik Piala Eropa
Polandia-Ukraina 2012, dimana Spanyol kembali keluar sebagai juara. Artinya,
bagi siapapun yang sekedarnya mengikuti perkembangan sepakbola dunia, menonton
turnamen empat tahunan seperti Piala Dunia dan Piala Eropa adalah hal yang
sangat wajar, dan sekilas informasi penting mengenai turnamen-turnamen tersebut
pasti akan mengantarkan nama Iniesta ke telinga publik sepakbola. Itu baru
sebagian prestasinya.
Lalu, siapa sebenarnya Iniesta?
Dia bernama lengkap Andres Iniesta
Lujan. Ia lahir pada 11 Mei 1984 di desa kecil bernama Fuentealbilla di
provinsi Albacete. Meski secara lokasi Albacete lebih dekat ke kota asal sang
rival, Real Madrid, namun bakatnya lebih dulu terendus oleh pencari bakat Barca
saat ia membela Albacete di turnamen Brunette. Ia pun akhirnya bergabung dengan
akademi sepakbola Barca, La Masia, saat masih berusia dua belas tahun. Bakat
besar yang dimilikinya mengantarkannya menjadi bagian skuad Barca B pada musim
2000-2001, yang saat itu dilatih Josep Maria Gonzalvo.
Debut perdana Iniesta berbaju tim
senior dilakukan pada 29 Oktober 2002, saat Barca dijamu oleh Club Brugge di matchday
5 Liga Champions Grup H. Saat itu statusnya masih sebagai pemain Barca B, namun
karena Barca sudah memastikan lolos dari babak penyisihan grup lewat empat
kemenangan sebelumnya, Louis van Gaal sebagai pelatih memutuskan untuk menguji
coba pemain junior Barca di level yang lebih tinggi. Bersama beberapa pemain Barca
B lainnya seperti Fernando Navarro, Tortolero, Sanchez dan Sergio, Iniesta ikut
ambil bagian dalam kemenangan 1-0 di laga tersebut. Kala itu, Iniesta berduet
dengan Juan Roman Riquelme di belakang penyerang Dani Garcia dalam racikan
formasi 3-4-2-1. Potensi yang terlihat dalam debut tersebut menjadi pembuka
panggilan berikut ke tim senior bagi dirinya. Namun karena di masa itu Barca
sudah memiliki beberapa pengatur serangan dalam diri Riquelme, Xavi Hernandez,
Gaizka Mendieta atau Luis Enrique, ia harus bersabar untuk dipanggil permanen
membela tim senior.
Kesempatan promosi bagi Iniesta
datang seiring dengan perubahan manajemen di Barca. Peralihan tampuk
kepresidenan klub kepada Joan Laporta pada tahun 2003 berlanjut pada kedatangan
Frank Rijkaard yang menggantikan Radomir Antic sebagai pelatih. Rijkaard
melakukan bongkar pasang pemain demi mewujudkan skema 4-3-3 dengan penekanan
pada possession football. Filosofi Rijkaard, sejauh mana tim mampu
menguasai bola ditentukan oleh kemampuan dua gelandang serang kembar yang bisa
saling bertukar posisi dan memiliki akurasi yang tinggi soal umpan pendek.
Iniesta pun mendapat kesempatan promosi ke tim senior pada musim 2004/2005.
Walau harus bersaing dengan Xavi, Mark van Bommel dan Anderson Luis de Souza
“Deco” untuk menempati salah satu pos double-pivot di area tengah permainan, ia
tetap mampu bersaing dengan dua koleganya tersebut. Statistik menunjukkan
selama era Rijkaard, Iniesta rata-rata bermain sekitar 90% per musim, walaupun
di musim-musim awal ia lebih banyak berperan sebagai pemain pengganti.
Kemampuan
olah bola Iniesta semakin terasah di era kepelatihan Josep “Pep” Guardiola.
Walau secara formasi tidak ada perbedaan signifikan antara Rijkaard dan Pep,
namun dijualnya Ronaldinho di awal masa kepelatihan Pep telah membuka
kesempatan baginya untuk lebih sering mengisi pos sayap kiri sebagai skema
alternatif serangan Barca. Dengan gaya Barca yang lebih menekankan pemain
sayapnya untuk menyisir sisi sayap masuk kotak penalti lawan dibanding mengirim
umpan lambung dari luar kotak penalti, peluang bagi Iniesta makin terbuka untuk
mengkombinasikan teknik menggiring bola atau memutar badan yang dikuasainya
untuk mengelabui lawan. Disinilah mulai terlihat kemampuan dribble yang memukau
dari Iniesta saat harus berkelit diantara kepungan bek-bek lawan.
Di bawah
kepelatihan Rijkaard dan Pep, sederet gelar telah diraih Iniesta, baik yang
bersifat kolektif maupun pribadi. Bahkan Piala Dunia Antarklub yang hanya
diikuti juara Liga Champions sebagai perwakilan Eropa pun sudah pernah dia
angkat dua kali. Sudah sangat jelas kontribusi Iniesta bagi Barca lewat
gelar-gelar tersebut.
Bila banyak pemain sukses di klub
namun kalah bersaing di tim nasional, tidak demikian halnya dengan Iniesta. Ia
secara berjenjang menapaki caps internasional bersama La Furia Roja saat
dipanggil oleh Spanyol U-16, U-19, U-21 hingga debut seniornya di tahun 2006.
Dia menjadi bagian tim nasional Spanyol saat menjuarai Piala Eropa U-16 tahun
2001 dan U-19 tahun 2002. Puncak kontribusi bagi negaranya dicatatkan pada dua
turnamen besar sepakbola, yakni di Piala Dunia dan Piala Eropa. Bila saat
mengantar Spanyol juara Piala Eropa U-19 tahun 2002, Iniesta memberikan sebuah assist
bagi gol Fernando Torres di partai final, maka saat final Piala Dunia Afrika
Selatan 2010, Iniesta adalah pencetak gol kemenangan Spanyol dengan
memanfaatkan assist Cesc Fabregas. Sementara saat Spanyol menjuarai
Piala Eropa Polandia-Ukraina 2012, ia sendiri terpilih sebagai pemain terbaik
selama turnamen.
Iniesta bukanlah pencetak gol utama
Barca. Sepuluh tahun bermain untuk Barca, “hanya” 42 gol yang berhasil
dicetaknya. Namun ada yang menarik, Barca tak pernah kalah saat ia mencetak
gol. Total sudah lewat 37 kemenangan dan 5 seri dari 42 pertandingan Barca
merasakan daya magis gol Iniesta. Tentu saja, satu golnya yang akan selalu
diingat adalah gol penentu kemenangan Barca melawan Chelsea di Stamford Bridge
pada semifinal Liga Champions 2008-2009. Dan seolah-olah hendak mengenang
sepuluh tahun debutnya, Iniesta menancapkan sebuah gol pada masing-masing laga
yang jadwalnya mengapit tanggal debutnya, yakni sebelum (melawan Celtic pada 23
Oktober) dan sesudah (melawan Alaves pada 30 Otkober) tanggal 29 Oktober.
Berbicara
skill dan prestasi, pasti tak akan habis cerita dari seorang Iniesta. Tambahan
lagi, nilai-nilai etika seorang pesepakbola yang dipegangnya telah ikut
menciptakan suasana harmonis di Barca, baik lewat sikap di dalam maupun di luar
lapangan. Kita bisa melihat bahwa setidaknya sejak era Rijkaard hingga kini,
salah satu kunci sukses Barca terletak pada harmonisasi ego dan bakat
masing-masing pemain untuk bisa dipadukan ke dalam tim. Saat bermain, Iniesta
adalah pemain yang tenang, sangat jarang terlihat ribut dengan pemain lawan,
bahkan ketika ia baru ditekel sekalipun. Dibanding menunjukkan kekecewaan
kepada rekan setim, Iniesta lebih memilih untuk kembali berlari, merebut bola,
dan terus bermain seefektif mungkin guna mengejar kemenangan Barca. Sementara
di luar lapangan, seperti kepada pers, Iniesta tak mengeluarkan
pernyataan-pernyataan kontroversial kepada pers, entah itu soal pencapaian
Barca, perpanjangan dan besaran nilai kontrak atau pancingan soal sang rival,
Madrid.
Iniesta, yang dijuluki sebagai El-Ilusionista
atau Sang Ilusionis karena kemampuannya muncul dalam banyak posisi di lapangan,
masihlah berumur 28 tahun saat merayakan sepuluh tahun debutnya ini. Mengacu ke
usia produktif beberapa gelandang yang telah menjadi bintang sepakbola di masa
lalu, masih ada harapan sekitar lima tahun lagi bagi publik sepakbola dunia
untuk melihat ilusi-ilusi baru dari Sang Ilusionis. Happy Tenth Anniversary,
Iniesta! Barcelonistas selalu setia mendukungmu!
Visca Barca!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar
Terima kasih atas kunjungan nya